PEDULI GEMPA CIANJUR

           

                Senin (21/11/2022), Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 SR telah mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya.  gempa ini mengakibatkan 53 ribu rumah mengalami kerusakan berat, dan 334 korban jiwa meninggal. ( cnbcindonesia.com, 19 Januari 2023) 


Kita semua sebagai bagian dari bangsa Indonesia, turut prihatin dengan musibah yang tidak diharapkan. Dampak dari musibah ini membutuhkan perhatian kita bersama. 


Para pelaku industri hijau mengirimkan para perwakilan relawan untuk membantu tanggap darurat ke lokasi kejadian bencana. Bantuan yang diberikan oleh para pelaku industri  hijau adalah dalam bentuk penyediaan bahan bangunan dan material pendukung konstruksi bangunan seperti produk sanitari, papan semen, atap, pipa, cat, semen portland, dan sebagainya. 


GPCI mengajak para pelaku indusri hijau lainnya untuk dapat turut berpartisipasi dalam meringankan beban para korban bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Sick Building Syndrome dan Pentingnya Memilih Material Bangunan untuk Rumah Kita

Sick building syndrome adalah gejala yang timbul pada kesehatan seseorang atau sekelompok orang ketika berada di suatu ruangan. Gejala ini dapat berupa iritasi pada mata atau kulit dan mempengaruhi pernafasan seperti iritasi selaput lender dan asthma. Sindrom ini muncul ketika berada di dalam bangunan dan hilang secara alami ketika tidak berada di dalam bangunan tersebut. Seseorang rentan mengalami sick building syndrome apabila kualitas udara di suatu ruangan rendah.

Menurut laporan WHO (1997) sick building syndrome terjadi akibat buruknya kualitas udara dalam ruangan. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas udara di suatu ruangan diantaranya kualitas ventilasi, zat pencemar kimia dari dalam dan luar ruangan, zat pencemar biologi, faktor fisik lingkungan, pencahayaan, kebersihan udara, sirkulasi udara.

Kualitas udara ruang bisa rendah karena banyaknya kontaminan di udara. Kontaminan ini bisa berasal dari material bangunan terpasang, peralatan rumah tangga, bahan pembersih, pakaian, cat, adhesive, sealant, kertas dan karpet. Benda-benda ini dapat mengeluarkan serat, fiberglass,debu, formaldehid dan senyawa mudah menguap lainnya. Selain itu, sirkulasi udara yang tidak baik dan kelembapan dapat menyumbang pertumbuhan mikroba di suatu ruangan menjadi penyebab udara di dalam ruangan tercemar. Kontaminan ini dapat mengganggu kesehatan penghuni suatu bangunan karena dapat menurunkan imunitas, menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan hingga iritasi kulit.

Sementara menurut penelitian EPA, rata-rata manusia berada di dalam ruangan sekitar 90%. Tidak sedikit manusia berpotensi mengalami sick building syndrome. Sebelum sick building syndrome terjadi pada kita, industri dan masyarakat memiliki perannya masing-masing.

1. Industri

Industri memiliki peran penting dalam mencegah sick building syndrome. Kandungan bahan kimia dalam suatu produk merupakan salah satu faktor penyumbang penyebab terjadinya sick building syndrome. Industri berperan menyediakan material bangunan dengan kandungan yang aman bagi kesehatan dan lingkungan seperti menciptakan produk yang rendah VOC, mengeliminasi bahan berbahaya seperti asbes, logam berat serta bahan berbahaya lainnya.

2. Masyarakat

Masyarakat menerapkan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan rumah secara rutin, mengurangi pemakaian bahan kimia berlebih dalam rumah seperti cairan pembersih, melakukan maintenance secara berkala pada pendingin udara, dan menyimpan bahan kimia pembersih atau larutan yang mudah menguap dengan tepat.

Selain itu utamakan memilih bahan bangunan rendah VOC seperti memilih cat, adhesive, sealant dengan formaldehid dan voc rendah.

Pilihlah produk bersertifikasi ramah lingkungan seperti sertifikasi Green Label Indonesia. Produk bersertifikat Green Label Indonesia merupakan bentuk komitmen industri dalam menyediakan produk-produk yang lebih ramah terhadap Kesehatan dan lingkungan. https://gpci.or.id/certified-product/

Mengirim Pesan Berkelanjutan Dari Ibu Kota Baru

Dalam rangka memperingati Hari Bangunan Indonesia 11 November kami mengundang anda untuk mengikuti Webinar yang disiarkan langsung dari Titik Nol IKN, Kalimantan Timur, dengan tema “Mengirim Pesan Keberlanjutan dari Ibu Kota Baru”.

Webinar ini akan membahas mengenai berbagai initiative untuk mewujudkan konstruksi berkelanjutan dan juga regulasi yang berkaitan dengan konstruksi berkelanjutan di Indonesia. 


Webinar diselenggarakan pada:

Jumat, 11 November 2022

Waktu : 07.30 WIB - 11.30 WIB atau 08.30 WITA - 12.30 WITA 

 

Silahkan mendaftar pada link dibawah ini :bit.ly/webinarHBI

(Link zoom webinar akan dikirimkan ke email/whatsapp yang didaftarkan).


Ayo Bersinergi Untuk Keberlanjutan Konstruksi!

Mengenal Green Label Indonesia

Green Label Indonesia adalah label ecolabel tipe I yang dikeluarkan oleh GPCI (Green Product Council Indonesia). Green Label pada suatu produk merupakan label yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan untuk mendapatkan Green Label Indonesia. Dimana, proses penyusunan kriteria Green Label mengacu pada ISO 12024.

Aspek-aspek yang dinilai pada kriteria produk yaitu persyaratan umum, sistem manajemen lingkungan, logam berat, karsinogenik dan bahan berbahaya lainnya, konsumsi energi dan air, dampak terhadap ekosistem, pengemasan serta pelabelan.

Kriteria Green Label ini bertujuan untuk mencegah serta mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh suatu produk terhadap manusia, hewan maupun lingkungan baik pencemaran tanah, air, dan udara. Hal ini dilakukan dengan cara mendorong industri menjalankan proses produksi secara berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDG (Sustainable Development Goals) secara khusus SDG 12 yaitu melakukan produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab.

Melalui Green Label Indonesia, GPCI hadir untuk mendorong industri menghasilkan produk yang lebih ramah terhadap lingkungan dan mendukung industri terutama industri lokal yang ingin menghasilkan produk yang lebih aman terhadap konsumen.

Selain itu, Label pada produk menjadi indentitas suatu produk yang terdapat di pasar. Kehadiran Green Label memberikan pilihan yang lebih banyak pada konsumen, memudahkan dan menjamin konsumen dalam memilih dan menggunakan produk yang lebih ramah terhadap lingkungan serta memberikan edukasi kepada konsumen dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menggunakan produk-produk ramah lingkungan. 

WEBINAR PELUANG PRODUK RAMAH LINGKUNGAN DI KAWASAN AMERIKA DAN EROPA

E - Flier Webinar Peluang Produk Ramah Lingkungan Di Kawasan Amerika dan Eropa

Direktorat KSIA Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri, menyelenggarakan webinar bertajuk  “Peluang Produk Ramah Lingkungan Indonesia pada Kawasan Amerika dan Eropa”. Acara webinar akan diselenggarakan pada:
Hari, Tanggal : Selasa, 28 September 2021
Waktu : 19.00 – 21.00 WIB
Zoom ID : 967 3768 6614
Passcode : 680358

×

Hello!

You may contact us by WhatsApp or send email to info@gpci.or.id

× How can I help you?