
WATERTECH CHINA 2024″Celebrating the 16th Shanghai International Water Show”

SELAMAT! kepada PT Gunung Raja Paksi Tbk sebagai pionir dari produsen baja karbon atas usaha & langkah positif dalam memproduksi produk baja karbon yang ramah lingkungan sehingga berhasil memperoleh sertifikat Green Label Indonesia (GLI) dengan predikat GOLD untuk 4 produk baja karbon.
Bertempat di kantor PT Gunung Raja Paksi Tbk sertifikat GLI diserahkan langsung oleh Bapak Yudiono selaku Chairperson Green Product Council Indonesia kepada Bapak Fedaus, Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Tbk beserta jajaran manajemen (05/03/2024) Pencapaian sertifikasi ini tidak hanya mencerminkan kualitas produk baja, tapi juga komitmen PT Gunung Raja Paksi Tbk terhadap kelestarian lingkungan dengan metode produksi yang berkelanjutan. Semoga PT Gunung Raja Paksi Tbk dapat terus berinovasi, tetap menjaga konsistensi produksi dan menjadi contoh bagi produsen baja karbon lainnya dalam memproduksi produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam menjalankan visi dan misi organisasi, GPCI secara berkala terus mengadakan sosialisasi dan edukasi di lingkungan kampus tentang pentingnya penggunaan produk yang ramah lingkungan.
Dalam kesempatan kali ini, GPCI memenuhi undangan dalam kegiatan kuliah tamu di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Senin 5 Februari 2024
Dengan mengusung tema "Building Construction Materials and Methods", materi kuliah dari GPCI disampaikan langsung oleh Chairperson, Bapak Yudiono dan Vice COO, Bapak Dahlan dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi bersama para rekan Arsitek dari Program Studi Pendidikan Arsitek (PPAr) dan mahasiswa dari Program Studi Desain Interior.
Senin (21/11/2022), Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 SR telah mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya. gempa ini mengakibatkan 53 ribu rumah mengalami kerusakan berat, dan 334 korban jiwa meninggal. ( cnbcindonesia.com, 19 Januari 2023)
Kita semua sebagai bagian dari bangsa Indonesia, turut prihatin dengan musibah yang tidak diharapkan. Dampak dari musibah ini membutuhkan perhatian kita bersama.
Para pelaku industri hijau mengirimkan para perwakilan relawan untuk membantu tanggap darurat ke lokasi kejadian bencana. Bantuan yang diberikan oleh para pelaku industri hijau adalah dalam bentuk penyediaan bahan bangunan dan material pendukung konstruksi bangunan seperti produk sanitari, papan semen, atap, pipa, cat, semen portland, dan sebagainya.
GPCI mengajak
para pelaku indusri hijau lainnya untuk dapat turut berpartisipasi dalam
meringankan beban para korban bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap
sesama.
Sick building syndrome adalah gejala yang timbul pada kesehatan seseorang atau sekelompok orang ketika berada di suatu ruangan. Gejala ini dapat berupa iritasi pada mata atau kulit dan mempengaruhi pernafasan seperti iritasi selaput lender dan asthma. Sindrom ini muncul ketika berada di dalam bangunan dan hilang secara alami ketika tidak berada di dalam bangunan tersebut. Seseorang rentan mengalami sick building syndrome apabila kualitas udara di suatu ruangan rendah.
Menurut laporan WHO (1997) sick building syndrome terjadi akibat buruknya kualitas udara dalam ruangan. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas udara di suatu ruangan diantaranya kualitas ventilasi, zat pencemar kimia dari dalam dan luar ruangan, zat pencemar biologi, faktor fisik lingkungan, pencahayaan, kebersihan udara, sirkulasi udara.
Kualitas udara ruang bisa rendah karena banyaknya kontaminan di udara. Kontaminan ini bisa berasal dari material bangunan terpasang, peralatan rumah tangga, bahan pembersih, pakaian, cat, adhesive, sealant, kertas dan karpet. Benda-benda ini dapat mengeluarkan serat, fiberglass,debu, formaldehid dan senyawa mudah menguap lainnya. Selain itu, sirkulasi udara yang tidak baik dan kelembapan dapat menyumbang pertumbuhan mikroba di suatu ruangan menjadi penyebab udara di dalam ruangan tercemar. Kontaminan ini dapat mengganggu kesehatan penghuni suatu bangunan karena dapat menurunkan imunitas, menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan hingga iritasi kulit.
Sementara menurut penelitian EPA, rata-rata manusia berada di dalam ruangan sekitar 90%. Tidak sedikit manusia berpotensi mengalami sick building syndrome. Sebelum sick building syndrome terjadi pada kita, industri dan masyarakat memiliki perannya masing-masing.
1. Industri
Industri memiliki peran penting dalam mencegah sick building syndrome. Kandungan bahan kimia dalam suatu produk merupakan salah satu faktor penyumbang penyebab terjadinya sick building syndrome. Industri berperan menyediakan material bangunan dengan kandungan yang aman bagi kesehatan dan lingkungan seperti menciptakan produk yang rendah VOC, mengeliminasi bahan berbahaya seperti asbes, logam berat serta bahan berbahaya lainnya.
2. Masyarakat
Masyarakat menerapkan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan rumah secara rutin, mengurangi pemakaian bahan kimia berlebih dalam rumah seperti cairan pembersih, melakukan maintenance secara berkala pada pendingin udara, dan menyimpan bahan kimia pembersih atau larutan yang mudah menguap dengan tepat.
Selain itu utamakan memilih bahan bangunan rendah VOC seperti memilih cat, adhesive, sealant dengan formaldehid dan voc rendah.
Pilihlah produk bersertifikasi ramah lingkungan seperti sertifikasi Green Label Indonesia. Produk bersertifikat Green Label Indonesia merupakan bentuk komitmen industri dalam menyediakan produk-produk yang lebih ramah terhadap Kesehatan dan lingkungan. https://gpci.or.id/certified-product/
You may contact us by WhatsApp or send email to info@gpci.or.id